Label

Sabtu, 01 Februari 2014

It Is 1st February. What Is Your Wish (?)

Heyhoo
Guys, pada inget ini tanggal berapa? yeah, 1st february. Jujur dari lubuk hati yang paling dalem kayaknya hari-hari cepet banget berlalu. Padahal seinget saya kemaren itu baru aja ngerayain tahun baruan, bakar-bakar sate, bakar jagung, panggang pempek dan lain-lain. Biasanya moment-moment awal bulan kayak gini, kami suka bikin harapan-harapan dibulan ini. Entah harapan nilai naik, harapan lebih bisa melakukan amal baik, dan lain-lain.

Guys, nowdays banyak banget orang yang seneng kalo hari berganti dengan cepat. Alasannya sih karena semakin cepat dewasa. Emang sih, dengan bergantinya hari, tahun pun berganti dgn kata lain umur pun bertambah. Namun disisi lain kita bergerak perlahan menuju kematian. Astagfirullah.

Berbicara tentang kematian, enggak ada tuh orang yang bisa menolaknya. Biarpun seorang Harry Potter sekalipun. Maka dari itu, sebagai hamba Allah SWT kita di harapkan untuk selalu bermunajat hanya kepada Allah. Mengucapkan Alhamdullilah disetiap napas yang telah Allah berikan untuk kita. Coba bayangkan, jika satu tarikan napas bertarif!, butuh berapa uangkah kita untuk bertahan hidup didunia ini?!


Alhamudllilah, sepenggal kata tersebut dirasa sangat mudah dilafazkan. Namun, jika kita meresapi maknanya percayalah hidup kita penuh dengan keikhlasan. Amin Ya Robbal Alamin~

Jumat, 29 November 2013

Kami Adalah Pahlawan Kehidupan



Kami adalah pahlawan kahidupan, mungkin kalian berpikir keras untuk mengartikan kalimat tersebut. Yah, kalimat yang baru saja kalian baca adalah kalimat yang menggambarkan siapa kami? apa peran kami di bumi ini?. Jangan kalian pikirkan kami adalah sosok pahlawan super seperti Superman, Batman, dan Spiderman.

Masih bingung? okeh, saya akan ajak kalian mengupas kalimat tersebut kata demi kata.
Pahlawan, adalah sesosok orang yang berjuang dengan sekuat tenaganya untuk membela/ mempertahankan apa yang menjadi miliknya.
Kehidupan, adalah serangkaian perilaku yang kita lakukan selama kita hidup. Jika kita kaitakan dengan alam, hidupnya manusia tidak terlepas dari hirupan udara. Kata kehidupan disini saya buat untuk mewakili kata hutan.

Nah, intinya kami adalah sesosok manusia yang berusaha mempertahankan hutan. Bayangkan jika investasi hutan semakin menipis di muka bumi ini. Kita mungkin bisa hidup tanpa air dalam beberapa hari, namun hal yang tak bisa kita pungkiri yakni kita tidak bisa hidup tanpa oksigen walau hanya 1 hari.

Sebagai manusia yang hidupnya ketergantungan dengan alam, hendaknya kita sadar bahwa  kemana lagi kita mencari oksigen jika alam selalu kita rusak selalu kita babat habis keberadaanya. pikirkanlah sejenak, ratusan bahkan ribuan hutan ditebangi di bumi ini dan beralih fungsi menjadi perumahan penduduk atau bahkan pabrik-pabrik industri.

Terkadang saya berpikir, memang manusia bisa manciptakan sebuah teknologi yang canggih, teknologi yang dapat meringankan manusia, namun disisi lain apakah bisa teknologi-teknologi tersebut menciptakan kebutuhan sederhana manusia, ya OKSIGEN. Jawabannya TIDAK.

Efek rumah kaca yang diisukan sebagai gejala Pemanasan Global ternyata tak banyak mengetuk pintu nurani sebagian insan di bumi ini. Jangankan di luar negri, di Indonesia pun banyak yang tidak peduli. Hutan-hutan dikawasan puncak hampir sebagian di tebang dan dialih fungsikan untuk pembuatan villa. Padahal, jika kita berpikir secara kritis kawasan tersebut adalah kawan penyerapan air hujan terbanyak. Hal tersebut dikarenakan morfologi puncak yang memiliki ketinggian yang lebih dibandingakan daerah-daerah lain di ibukota.

Sudahkah terlintas di pikiran kalian bahwa penebangan hutan merupakan akar permasalahan yang besar bagi bumi. Hutan yang memiliki fungsi penghasil oksigen jika di tebang maka fungsi nya pun akan menghilang. Selain itu, lahan yang terbuka sebagai akibat penebangan pohon tersebut akan dijadikan bangunan tembok maka pernahkah kalian berpikiri kemana larinya air disaat hujan turun? Air yang tidak bisa diserap oleh tanah tersebutlah yang membawa bencana baru yakni Banjir.

Maka dari itu kawan, Hutan merupakan investasi yang paling besar bagi kehidupan manusia di bumi. Mulai sekarang, tanamilah lahan sebelah rumah kalian dengan tanaman yang sekiranya bisa membantu penghijauan dunia. Walaupun sedikit, setidaknya kita sudah berupaya berpartispasi dalam hijaunya bumi.

SAKA WANABAKTI 

Member of Saka Wanabakti:
Putra  : Alif, Mahanda, Iqbal, Nurrohman, Dwi, Maulana, Rizki, Hasby, Andy, Ridho, Boni, Bobit, Mukhlis, Reza, dll
Putri  : Setra, Rahma, Dhea, Eka, Putri, Yolanda, Noni, Sri, Novita, Efry, Gifta, Selly, Maria, Any, Yanti, Neneng, dll
Kakak pembina  : Herlizan

Panca Lomba Bhayangkara Jendral Hoegeng Iman Santoso II


Jauh-jauh hari kami disiapkan untuk mengikuti serangkaian latihan untuk menghadapi lomba yang diselenggarakan oleh Polres Banyuasin. Kak Rizon, selaku pembina kami selalu memberikan pengarahan mengenai materi lomba yang akan diperlombakan. Namun, api semangat kak Rizon yang membumbung tinggi tidak tertularkan kepada anak didiknyaa. Sehingga, hampir separuh anggota dari kami tidak hadir. Dan membuat pembagian cabang lomba ditunda sampai latihan selanjutnya.

Pada minggu kedua, anggota yang datang cukup lumayan sehingga menciptakan suasana yang cukup ramai. Pada hari itu, pembagian cabang lomba dilakukan. saya cukup sadar diri untuk mengikuti lagi cabang lomba yang berbau teknologi, yah Teknologi Tepat Guna. Karena, selain cabang lomba tersebut saya tak cukup mampu memprediksikan hasilnya. Pada cabang lomba tersebut saya berpartnerkan seorang junior (Putri Hera Lusmana). Dercak kagum sempat terbesit karena kegigihan usahanya dalam mengikuti cabang lomba tersebut.

Selain itu, nurrohman dan dwi pun di amanatkan dalam cabang lomba yang sama. Titik keberuntungan bagi kami yakni semua anggota yang diamanatkan dalam cabang lomba TTG berasal dari sekolah yang sama. Jadi, kami sedikit bisa bertukar pikiran mengenai teknologi macam apa yang tepat untuk di perlombakan.

25 november 2013, @kwarcab Muba.
Seperti biasanya, malam sebelum hari lomba kami menginap di Kwarcab karena pagi-pagi sekali kami akan berangkat menuju lokasi perlombaan. Selain itu, pada malam tersebut adalah waktu latihan bersama. Jadi yang LTBB, Pionering, TTG, berlatih sesuai syarat cabang lombanya.

Keesokan harinya, 26 november 2013, jam 04.00 am.
Kami berangkat menuju lokasi lomba. 2 jam perjalanan tak begitu terasa karena kami lewati nya dengan tertidur pulas. Yah sebagian dari kami berdendang bernyanyi bersama.

Saat tiba di lokasi kami tertegun, betapa banyaknya peserta lomba. terkadang rasa takut datang dengan tiba-tiba bak petir menggelegarkan bumi. "Apakah mampu kita mengalahkan mereka-mereka?". PASRAH. mungkin hanya kata itu yang sedikit menenangkan jiwa, karena di balik kata pasrah akan selalu ada kata Allah SWT yang kami percaya kekuatannya.

Acara sakral yang tidak bisa dilewati yakni upacara pembukaan, setelah uapacara pembukaan kami (aku dan Putri) langsung menuju lokasi cabang lomba kami. Yah, Lapangan tenis. dari jauh tampak terlihat sepi. Kami berharap, lawan yang kami hadapi tidak menciutkan nyali kami untuk menampilkan teknologi yang kami pikir terlalu amat sederhana ini, Penguat Sinyal Modem. Nurrohan dan Dwi tampak kebingungan mengenai teknologi yang akan mereka buat. Dan ternyata teknologi mereka juga teramat mudah, Senter Serba Guna.

Kalian pasti tak menyangka, bahwa kami berdua memenangkan cabang lomba tersebut. Tak lupa juga Nurrohman dan Dwi. Memang sih, kami tidak melewati acara penyerahan piala secara langsung oleh bapak kapolres Banyuasin, karena kami diharuskan pulang ke Sekayu mengingat keesokan harinya kami akan berangkat lagi menuju Babat Toman untuk mengikuti acara penanaman 1 milyar pohon yang diselenggarakan olah Dinas Kehutanan Musi Banyuasin.

Hal yang paling membuat kami bahagia yakni, tidak hanya dari cabang lomba TTG yang medapatkan juara 1, namun dari cabang lomba LTBB pun begitu. pada cabang lomba Pionering kami mendapatkan juara 2 putra dan juara 3 putri. So Proud We Are. Saat ini, saya hanya bisa berharap semoga pengalaman ini bisa menuntun kami pada perlombaan-perlombaan yang menunggu didepan. Amin.

GO SAKA WANABAKTI.

Rabu, 16 Oktober 2013

Who Am I ?

Nama: Rahma Nur Auliasari
TTL: Sekayu, 19Juni 1997
Sekolah: Sman 2 Sekayu
Alamat: Komp.Pengadilan Negeri Sekayu
Agama: Islam
Zodiack: Gemini
Cita-cita: Ahli Geologi
 Quotes: Keep our earth, cause just there is one earth, no other~





Senin, 14 Oktober 2013

Just Give Me A Reason



Right from the start
You were a thief
You stole my heart
And I your willing victim
I let you see the parts of me
That weren't all that pretty
And with every touch you fixed them

Now you've been talking in your sleep, oh, oh
Things you never say to me, oh, oh
Tell me that you've had enough
Of our love, our love

Just give me a reason
Just a little bit's enough
Just a second we're not broken just bent
And we can learn to love again
It's in the stars
It's been written in the scars on our hearts
We're not broken just bent
And we can learn to love again

I'm sorry I don't understand
Where all of this is coming from
I thought that we were fine
(Oh, we had everything)
Your head is running wild again
My dear we still have everythin'
And it's all in your mind
(Yeah, but this is happenin')

You've been havin' real bad dreams, oh, oh
You still lie so close to me, oh, oh
There's nothing more than empty sheets
Between our love, our love
Oh, our love, our love

Just give me a reason
Just a little bit's enough
Just a second we're not broken just bent
And we can learn to love again
I never stopped
You're still written in the scars on my heart
You're not broken just bent
And we can learn to love again
http://baca-lirik.blogspot.com
Our tear ducts can rust
I'll fix it for us
We're collecting dust
But our love's enough
You're holding it in
You're pouring a drink
No nothing is as bad as it seems
We'll come clean

Just give me a reason
Just a little bit's enough
Just a second we're not broken just bent
And we can learn to love again
It's in the stars
It's been written in the scars on our hearts
That we're not broken just bent
And we can learn to love again

Just give me a reason
Just a little bit's enough
Just a second we're not broken just bent
And we can learn to love again
It's in the stars
It's been written in the scars on our hearts
That we're not broken just bent
And we can learn to love again

Oh, we can learn to love again
Oh, we can learn to love again
Oh, oh, that we're not broken just bent
And we can learn to love again

MY LOVELY JUNIOR

Awal pertemuan yang tak terduga, di suatu tempat kursus perasaan ini mulai tumbuh. Dia 'bt', membuat gue tertegun karena sifatnya yang humoris. Tapi, gue merasa dia masih kecil, selain memang memiliki umur 2 tahun di bawah gue. Malahan gue sempat menganggapnya sebagai adik. Yah, hanya sebagai adik. Namun, lama kelamaan perasaan kagum berubah menjadi suka. Berulang kali gue berusaha menepis perasaan ini namun gue mengaku kalah. Perasaan ini terus tumbuh, tumbuh, dan menjadi subur. So poor i am.

Berbagai cara gue nyoba untuk ngelupain dia. Karena gue bakalan sangat berdosa memiliki perasaan suka ini karena tidak lama kemudian gue tahu bahwa dia baru aja nembak seorang cewek. Semua kontak dia yang berhubungan dengan account gue udah gue delet. -____-

Yah, selama sebulan itu gue bisa ngelupain dia. Tapi, semenjak libur kursus habis gue harus kembali kursus dan harus kembali ngeliat itu cowok. Minggu pertama, memang gue nggak ketemu sama dia. Yah selama 3 hari dia nggak kursus. Berharap di minggu kedua gue nggak bakalan ngeliat dia. Yes, di hari pertama minggu kedua gue nggak bisa come in karena gue disibukan sama latihan buat lomba. Besoknya mau nggak mau gue harus kursus. Hufft...Langkah pertama gue tapakan di ruang kelas, tiba-tiba itu cowok dateng. Sontak tutor kelas kami bilang 'nah, ini loh Rahma yang kamu tanyai terus?'. Gue merasa ada yang aneh sama cowok itu, kenapa dia nanyain gue? Bukannya dia punya cewek, kok ganjen banget sama gue.

Hah? Dia putus?.Jadi? Apa peduli gue?
Tak lebih dari satu bulan gue bisa nyimpulin bahwa dia itu cowok Playboy. Baru aja putus sama ceweknya, coba-coba ganjen sama gue terus deket-deket pula sama temen gue. Pakek komunikasi lewat tulisan di buku. Apa coba?

Tapi, saat gue tahu bahwa dia itu punya perasaan sama gue, gue nggak percaya. Gimana bisa dia suka sama 2 cewek sekaligus, gue n temen gue. Yah, setelah gue klarifikasi sama temen gue soal kedeketan dia sama itu cowok ternyata dia ngedeketin  temen gue cuma buat tahu info tentang gue. Ya ampun segitunya.. ~,~

Yah, masa-masa PDKT udah lama banget gue jalani.
Tapi sayangnya itu masa sama sekali nggak ngebuat kami nyatu.
Hubungan kami nggak sampai berlanjut, yah bisa dibilang kandas di tengah jalan.
Dia sih udah nyoba buat nyatain perasaannya sama gue, tapi gue rada-rada eror. Karena gue sama sekali enggak tahu kalo dia itu lagi nyatain perasaannya sama gue.

Dia udah nyoba klarifikasi tentang hubungan ini, dia kira dia sama gue udah jadi kami. Tapi, seinget gue, dia nggak ada serius-seriusnya nyatain perasaanya ke gue. Yah, gue minta ulang aja secara langsung tentang perasaannya. Tapiiiiiiiii.... dia nggak mau-______-

Okefine, gue bisa nerima. Jujur, gue juga suka sama kamu. Tapi, loe rada-rada nggak serius tentang perasaan loe, yang membuat gue ragu buat ngejadiin loe sbgai cwok gue.

Asal lu tahu, waktu satu bulan buat ngelupain lu itu nggak cukup. Jujur, sekarang gue masih kepikiran sama lu. Enggak tahu kenapa? Tapi, gue janji kok, gue bakalan ngelupain lu, PASTI.

For someone which i have hurted. BT <3

Senin, 18 Maret 2013

Kisah Plus Kasih Persandha 26




Izin orangtuaku kantongi, do’a sang Ilahi telah ku layangkan agar memberkati kepergianku untuk mengikuti perkemahan di bumi perkemahan Danau Pandu Sriwijaya Indralaya. Ini siap… barang ini siap… semuanya sudah siap. Dengan menggunakan bis “ISABELLA”, tepat jam 07.30 WIB kami berangkat menuju bumi perkemahan. Sepenjang perjalanan, kami selalu menguntai rantai canda bersama , tak terlupa Bindam Kece kami yakni Pak Tandi dan Mis Fita. Alunan lagu pun sempat mengalun di bis kami, mulai dari lagu pop sampai lagu dangdut, maklum ada rajanya sih… ‘Mahanda’. Namun tak lama kemudian bis kami berubah menjadi hening mendadak. Lantunan suara “ZZZzzzzZZzzzZZ” lah yang berterbangan di sekitar mulut mereka. Kami sempat berhenti sejenak di rumah teman kami untuk -breakfast- … horee, nasi uduk nih.. tapi, berhubung saya gak enak badan saya gak terlalu antusias deh jadinya.
Tepat jam 14.00 WIB, kami tiba di bumi perkemahan Danau Pandu Sriwijaya Indralaya. Kami sempat shock, karena mendapati udara yang panas dengan tanah yang gersang. Namun, inilah tantangan bagi kami yang sesungguhnya. Mampukah selama 5 hari, kami dapat bertahan disini?.. yey setelah barang-barang kami turunkan dari bis kami pun langsung menuju tapak tenda kami, 56. Selama 2 jam kami berjibaku untuk mendirikan tenda, sungguh ini tanah apa batu yah? Untuk memasang patok pun sulit. Haha gila. Jam menunjukan pukul 16.00 WIB. Tiba-tiba terdengar “untuk setiap pangkalan diharapkan untuk mengirimkan 2 orang perwakilannya untuk mengikuti seleksi petugas upacara pembukaan”. “oh” ucap saya dalam hati.namun tiba-tiba, kak Wulan, selaku pradana kami mengamatkan (cie, amanat)….kak Saskia dan saya untuk menjadi perwakilan. Its okay, awalnya saya tidak mau, namun demi rasa sayang saya kepada kakak senior yah dengan rela hati saya ikuti.
Tap, tap, tap… dengan sigap kami berlari menuju lapangan utama dengan menggunakan seragam pramuka lengkap. Semua perwakilan dikumpulkan dan membuat barisan. Tak lama kemudian, kakak panitia datang dan langsung memberi kami opsi tentang apa-apa tugas petugas upacara pembukaan. 1.) Master Ceremony ‘saya gak bisa’ 2.) Do’a ‘bukan ahlinya’ 3.) Pembawa baki ‘apalagi’ 4.) Pemimpin Upacara ‘kayaknya enggak deh’ 5.) Pengibar Bendera ‘coba-coba aja kali yah’… singkat cerita saya ikut seleksi pengibar bendera. Awalnya saya tak menyangka, kalau saya akan terpilih dalam seleksi ini. Namun, meskipun saya terpilih, saya masih mempunyai beberapa kasulitan karena saya harus beradaptasi untuk melakukan gerakan baris berbaris di tanah yang tidak rata. Namun, ibu saya selalu mengajarkan untuk tidak mengeluh dalam menghadapi tantangan yang dipikir tidak mungkin sekalipun, thanks Mom.. 
Hari pertama
Sesuai dengan jadwal, pagi tepat jam 08.00 WIB seluruh peserta Buper mengikuti upacara pembukaan. Yay, saya enggak ikut haha… yah kan saya petugasnya.. (haha.. just joke guyzz) setelah pembukaan semuanya melanjutkan aktifitas selanjutnya. Sampai pada siang harinya saya bersiap untuk mengikuti lomba Fun Cooking. Awalnya, masakan kami berjalan dengan sempurna namun, karena terjadi sesuatu hal yang tidak terlalu kami perhatikan akhirnya pun kami (aku dan Dhea) glabakan.. udah deh, kami kecewa nih dengan masakan kami yang tidak sempurna… haha high frustasi. Its okay, kami nyatakan belum berhasil di kesempatan ini, namun seberkas memo ini dapat kami jadikan contoh buat kedepannya supaya semuanya berjalan lebih sempurna lagi. Oh yah, yang mengagetkan itu rival terdekat kami yang satu pangkalan (kak Aan dan Rafi), kami nilai masakannya jauh lebih baik dari kami.. Weleh-weleh apanya sih yang eror dari otak kami ini.. di hari pertama ini juga, lomba putra plus putri Persandha dimulai kawan. Tenang, pangkalan kami ngirim kok. Jangan dikira pangkalan kami nggak ada yang cantik yah.. haha tetapi teman, kayaknya ini bukan soal cantik atau enggaknya orang itu. Yang diutamakan disini adalah pengetahuan. Seberapa jauhkah pengetahuan mereka tentang pramuka, tentang pengetahuan umum maupun seni. Tetapi teman, pada lomba Pa/Pi Persandha ini kayaknya bukan keberuntungan kami deh. Ok.. tidak masalah buat kami, yang terpenting ialah sudah berusahan dengan di imbangi dengan do’a . Saya nyatakan hari pertama cukup sampai disini, mari kita berlayar kepulau kapukk.. hahahha
Hari kedua
Hari ini kayaknya, tidak serajin hari kemarin. Yah, hari ini kami bangun jam 05.00 WIB. Lagi-lagi saya harus mengajak mis Fita untuk direpotkan mengantarkan saya ke MCK (maaf yah mis). Personil pertama yang mapir ke MCK dari pangkalan kami yakni, lagi-lagi kami bertiga (aku, mis Fita, dan Tania). Hari semakin terik, menandakan kami harus bersiap untuk mengikuti lomba LTBB. Haduyyy…, ‘eits jangan menyerah kawan’. Kami mendapat giliran ke-enam (so lucky we are, so we can use the time for exercise). Tiba-tiba nomor kami di panggil. Dengan sigap kami memasuki arena lomba. Tidak sampai 15 menit kami telah usai mengerjakan LTBB di depan kakak-kakak juri (legaanyaa). Sehabis lomba, kami melanjutkan aktifitas untuk makan. Siangnya semua orang bersiap untuk mengikuti lomba mereka masing-masing, seperti adventure game, Pa/Pi Persandha, dan lain-lain. Kami, yang tidak mempunyai jadwal perlombaan hari ini bisa duduk-duduk di tenda atau kedepan sekedar untuk membeli makan atau minum. Oh yah teman, berhubung disini panas banget, jadi minuman favorit disini tidak lain tidak bukan adalah Pop Ice dan makanannya tidak lain Bakso Bakar… haha walau terdengar sederhana namun itu semua sangat mewah bagi peserta Persandha ini. Malem ini juga, kami memdapat giliran tampil pentas seni kawan. Mau tahu apa yang kami pentaskan??? suspicious kan.. oke, oke.. kami nampilin 'Senjang' teman. Pada tahu gak gimana tuh kesenian? cari aja di Youtube. Dijamin pasti nemu. Tapi sayang teman, kesempatan kami pentas seni tidak seluruhnya di dukung oleh teman satu pangkalan. Karena tiga rekan cowok kami lagi ikut Adventure Game teman. Jadi saya hanya bisa bilang, So Pity You're.. hehe Peace. Malem itu, kami sedikit kecewa karena kami tidak mendapatkan Golden Ticket untuk tampil lagi dimalam Pandu Sriwijaya teman. Tapi, ora opo-opo.. Setelah saya pikir-pikir, hari kedua cukup sampai disini dulu yah… Silahkan mempersiapkan perahu untuk kembali berlayar ke pulau kapukkk…
Hari ketiga
Hari yang menegangkan. Karena hari ini saya mengikuti lomba……. MTQ. Weleh-welah, gimana nih?? Saya nggak bisa… saya malu… saya takut… huft, sambil menunggu namor saya dipanggil, saya coba-coba latihan dulu. Tapi, sepertinya bakat saya memang bukan disini deh. Saya terlalu susah untuk memainkan suara, saya terlalu susah untuk memainkan Skill. Huh.. di pertengahan keputusasa-an saya, saya teringat kembali terhadap pesan ibu saya “jangan merasa tidak bisa sebelum mencoba ingat, Allah SWT selalu bersama mu” karena pesan ibu tersebut, saya sedikit tenang dan menyelesaikan perlombaan dengan lancar. Namun, belum diketahui hasilnya. Sepulang saya dari perlombaan, saya menonton teman saya yang mengikuti lomba asah terampil. Do’a selalu kami layangkan semoga di kesempatan ini sekolah kami dapat membawa piala terukir asah terampil. Hahay, akhirnya SMA kami memenangkannya, walau tak membawa piala juara 1 namun juara 2 pun tidak apa-apa. Sedangkan yang cowok, hanya bisa membawa paiala juara 3.. oke-oke its no problem to us.
Hari Keempat
Hari terakhir kami di Buper nih teman. pagi-pagi sekali kami bersiap untuk mengikuti karnaval keliling kampus Unsri teman. Tema pangkalan kami yakni, kebudayaan. Baca deh yang di bawaah ini:
Kak Mimin: Pembawa sepeda
Kak Fakih: Kuyung Muba (menggunakan jas ala kuyung)
Tania: Kupek Muba (menggunkanan kebaya)
Rafi: Kabayan (menggunakan baju khas kabayan membawa angklung mini)
Dhea: Cewek Betawi (menggunakan kebaya dan membawa angklung mini)
Kak Wulan: Cewek Jepang (menggunakan kostum Kimono)
Aku, kak Saskia, kak Putri, Suci, Kak Aan: Anak Indonesia Bgt (menggunakan kostum Batik)
Rohman, kak Oni, Mahanda: Baju Pramuka (Biar nggak hilang ciri khasnya)
Sepulang karnaval, kaki kami pada pegel. haha, tapi tetep seru  kok. Anak pramuka tidak boleh mengeluh. Minum es kayaknya menjadi tradisi yang tidak akan pernah terlewat pada saat siang menjelang sore. huft, rasanya kaya padang tandus yang di guyur hujan... wkkkwkk.Lagi enak-enak minum es, eh yuk Wulan mengamanatkan saya dan Dhea  untuk temu ramah Rektor Unsri. Saya refleks bilang enggak mau. Tapi kak Wulan tetap mengamanatkan saya dan Dhea. Akhirnya, kami berempat (aku, Dhea, Tania, Suci) hom-pimpa bareng.. berharap saya enggak terpilih, eh malah saya dan Dhea yang terpilih (nasib-nasib). Tapi, setelah dipikkir-pikir, tuh kejadian membuat saya terpacu semangatnya untuk menjadi mahasiswa Unsri. Haha :). Dengan menggunakan bis gede yang full AC-nya saya dan rombongan caw ke Auditorium Unsri. Kata pertama yang terucap kala memasuki gedung Unsri yakni, ^WAWW^. Sekitar 2 jam acara berlangsung. Hal yang menarik dari hari ke-empat ini yakni, saya mendapat 1 tepuk baru dari Kak Jenggot. Mungkin, ini hal yang biasa bagi teman-teman yang lainnya tapi bagi aku untuk bertemu dan tahu dengan Kak Jenggot pun sudah luar biasa terlabih lagi saya dan teman-teman rombongan lain di ajarkan 1 tepukan. Malam nya..... malam Pandu Sriwijaya berlangsung pada malam ini. Malam ini juga nih, api unggun teman. Eh, kami mau ngucapin maaf yah buat Ridho cz enggak sempat liat di tampil jadi api dasa dharma. Oh yah teman, malam ini juga final Pa/Pi Persandha teman. Walau pangkalan kami belum beruntung, kami tetap Heppy-heppy aja kok. Anak Sekayu kan siru! jadi, dalam keadaan apapun dibuat jadi seru. Malem ke-empat kayaknya udah dulu yah... its time to get rest cause tommorow we will do ceremony and comeback to Sekayu City.
Hari Kelima
Hari perpisahan. Hari ini, saya bertugas lagi nih sebagai penurunan bendera. Ganbatte! Pagi-pagi sekali saya dan teman-teman lainnya sudah siap di lapangan untuk melakukan latihan. Tak lama kami melakukan latihan, upacara penutupan pun akan segera dilaksanakan. deg,deg,deg! Tegapnya kaki sengaja ku topang agar terlihat sigap. Sesekali ku menoleh ke atas. Yah, langit biru tiba-tiba digantikan dengan langit coklat yang menandakan akan turunya bulir-bulir air hujan. Yah, perkiraanku benar. Tapi, walau bagaimana pun juga ini adalah amanat. Saya dan teman-teman lainnya harus tetap menurunkan bendera yang menjadi simbol acara selama seminggu ini. Dresssttt! air mengalir dari ujung kepala sampai ujung kaki. Huft... setelah pembagian piala, kami pulang ke tenda untuk merapikan barang-barang yang akan di bawa pulang. Sebelum pulang, kami sempat-sempatkan dulu untuk ke depan sekedar membeli makan (rujak) untuk mengisi perut yang minta di isi krn kedinginan. Eh tiba-tiba datanglah kakak-kakak alumni SMA 2 dan kawan-kawan menghampiri. ehm.. setelah kami selesai makan, kami kembali ke tenda untuk bersiap mengengkut barang ke mobil karena mobilnya sudah datang.. Yeyy.. tapi sayangnya, mobilnya tidak bisa masuk hingga ke Buper karena keadaan jalan yang tidak mengizinkan. Jadi, kami relakan kaki kami bersahabat sementara dengan tanah liat di Buper ini. Setelah semuanya beres. Kami pun berangkat. Hal yang paling menyedihkan adalah mendengarkan salam perpisahan dari kakak-kakak panitia ketika kami akan pulang ke SC. Bye-bye kakak, semoga bertemu kembali di PERSANDHA KE 27 TAHUN DEPAN.. :)
Lagi-lagi kami harus bertemu dengan yang namanya Perpisahan. tapi, yah sudahlah.. ini memang takdir.. cielah.. semoga, pengalaman Persandha tahun ini, menjadi guru untuk tahun depan amiennn..
do'akan yah semoga kita bisa bertemu di Persandha tahun depan...

Album Foto